Loading...

Wednesday, 26 October 2011

Bergerak 3 Jam Sehari Mengatasi Kegemukan Pada Anak Versi Community Bengkulu

Kurang gerak penyebab obesitas serta memicu penyakit jantung.


Community Bengkulu - Bermain dan bergerak adalah dunia buah hati. Selain belajar, aktivitas fisik seperti bermain, berlari, berguling bermanfaat untuk kesehatan si kecil. Ini pula kunci agar menghindarkan buah hati dari kegemukan atau obesitas lantaran terlalu sering melakukan aktivitas pasif seperti menonton acara televisi.

Di Inggris, hampir seperempat dari anak berusia empat dan lima tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Para ahli memperkirakan, 63 persen anak-anak bisa mengalami kelebihan berat badan pada 2050 jika tren ini berlanjut.

Profesor Fiona Bull, penulis pedoman kesehatan untuk anak menyatakan, orang tua harus membatasi aktivitas pasif anak seperti menonton acara televisi. Pasalnya, aktivitas pasif rentan memicu penyakit jantung terutama bagi mereka yang obesitas. Penyakit jantung seperti 'bom waktu', karena semakin banyak anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan.

Seperti dikutip dari The Sun, para orangtua kini lebih banyak menempatkan anak-anak mereka di kursi mobil, berkeliling menggunakan kereta dorong ketimbang membiarkan anak aktif merangkak, bermain dan berlari.

Profesor Martin Lombard dari Departemen Kesehatan di Inggris pun menyatakan bahwa ada perubahan budaya. Anak sekarang lebih banyak mengonsumsi makanan, sehingga berisiko pada kesehatan.

Untuk itu, pemerintah dan pakar kesehatan di Inggris mengeluarkan aturan orangtua wajib mendorong balita melakukan kegiatan aktif seperti berenang dan senam ringan.

Balita juga harus berjalan minimal 15 menit secara rutin. Tak perlu melakukan aktivitas berjalan di luar rumah, namun membiarkan si kecil berjalan di dalam rumah dan kamar pun bisa membantu mereka tetap aktif.

Kepala medis, Sally Davies mengatakan,"Membiarkan anak-anak merangkak, bermain atau berguling-guling di lantai sangat penting selama tahun-tahun awal. Aktivitas fisik selama tiga jam sangat penting untuk kesehatan buah hati di masa depan," ujarnya.