Loading...

Sunday, 2 October 2011

Khodam Pendamping Versi Community Bengkulu

Kisah nyata yang ceritakan ini merupakan kisah sejati yang benar-benar aku alami dalam perjalanan hidupku. Kisahnya terjai sekitar pertengahaan tahun 2008 kemarin, ketika itu didaerahku ada suatu pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Dalam ajang pesta demokrasi tersebut kebetulan aku menjadi salah satu team sukses salah satu calon. Seperti sudah menjadi kebiasaan yang terjadi di Pulau Jawa, setiap menghadapi event semacam ini berbagai kekuatan baik fisik maupun nonfisik dikerahkan untuk meraih sebuah kemenangan. Sebagai seorang yang menjadi salah satu team sukses, aku sengaja mencari orang pintar yang dapat membentengi diriku baik dari ancaman fisik maupun nonfisik. Atas saran salah seorang sesepuh, aku disarankan untuk datang ke orang pintar yang tinggal diwilayah Kabupaten Subang, karena dari penjelasan sesepuh tersebut, orang pintar yang dimaksud katanya dapat memberikan khodam pendamping (pengawal gaib ).
Atas saran orang sesepuh tersebut maka cepat aku bergegas menuju tempat kediaman oarng pintar tersebut. Dengan mengendarai sepeda motor, ku pacu motorku dengan cepat agar segera tiba dikediaman orang pintar yang tingal di bilangan Subang. Sekitar 1 jam sampailah aku didepan rumah orang pintar tersebut. Segera aku dipersilahkan masuk dan ditanya maksud serta kedatanganku.
Beberapa saat kujelaskan maksud serta kedatanganku kepadanya, dan seakan sudah mengetahui dari awal, orang pintar tersebut hanya mangut-mangut. Akhirnya oleh beliau aku disuruh melakukan puasa mutih selama 7 hari sebelum mendpatkan seorang pengawal gaib ( khodam pendamping ). Karena menurutnya, dengan melakukan tirakat seperti itu maka pengawal gaib yang akan mengikutiku akan dengan mudah bersinergi dengan kekuatan jiwa dan ragaku.
Lumayan berat memang menjalankan tirakat puasa mutih selama 7 hari yang bukanya hanya makan singkong dan segelas air diwaktu maghrib. Denan susah payah kujalani ritual atas saran orang pintar tersebut. Akhirnya puasa mutih selama 7 hari dapat juga aku lalui, namun teramat terasa sekali seluruh tubuhku lemas tak berdaya, saya berkeyakinan jika tidak dilandasi dengan niat yang kuat, niscaya seseorang dapat melakukan ritual tersebut. Namun aku ucapkan puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan pada diriku, sehingga aku dapat melewati ujian tersebut.
Setelah puasa mutih 7 hari selesai, pada malam harinya aku kembali bergegas mendatangi rumah orang pintar tersebut. Setibanya disana aku telah ditunggu dan pada saat itu aku melihat jam menunjukan pukul 21.30 WIB. Setelah disuruh mengambil air wudhu, aku disuruh duduk bersila sambil mengikuti lafadz-lafadz yang dibacakan oleh orang pintar tersebut. Sungguh aneh yang aku rasakan saat itu, tiba-tiba saja seluruh tubuhku bergetar dengan hebat dan kedua tanganku bergerak dengan sendirinya.
Seketika itu tiba-tiba seperti ada yang masuk dalam tubuhku seperti orang yang digedor dari belakang. Bagaikan seorang perwira ksatria, aku bertolak pinggang dihadapan orang pintar tersebut, sambil mengucapkan kalimat-kalimat toyibah dan kalimat yang mengagungkan Allah SWT. Sa’at itu seluruh tubuhku seakan ada sesuatu yang menguasai diriku. Sekitar 10 menit tubuhku terasa ada yang menguasai dan mengerakan, namun selang beberapa saat, orang pintar tersebut seakan menyuruhku untuk duduk tenang. Setelah itu tiba-tiba seakan ada sesuatau yang keluar dari dalam tubuhku dan aku kembali tersadar seperti semula.
Dan dijelaskan oleh orang pintar tersebut, bahwa khodam pendamping telah bersatu dengan bathinku dan kapan saja siap membantu jika dalam keadaan genting dan bahaya. Baik ancaman bahaya fisik maupun nonfisik. Pujisyukur tak henti-hentinya aku panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah meberikan kelancaran pada acara ritual tersebut. Namun demikian, kita sebagai orang muslim hendaknya selalu memohon bantuan dan pertolongan hanya kepada Allah, sedangkan masalah khodam pendamping anggap saja itu merupakan sebuah tanda kebesaran Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan hidayah oleh-Nya.