Loading...

Monday, 17 October 2011

Pejabat Tinggi Bu Diisukan Selingkuh

ARGA MAKMUR – Dugaan perbuatan asusila kali ini mendera pejabat tinggi Bengkulu Utara. Beberapa minggu lalu beredar SMS yang menyebutkan jika pejabat tinggi berinisial Ir memiliki wanita “Simpanan” berinisial D yang merupakan mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkemuka di Arga Makmur.
SMS yang dikirimkan oleh nomor 081539309206 tersebut bahkan menyebutkan jika antara Ir dan D sudah melakukan nikah sirih sejak 3 tahun lalu. Yang paling menghebohkan, dalam SMS tersebut ditegaskan jika Selasa (30/8) yang bertepatan dengan malam Takbiran Idul Fitri, orang yang diduga merupakan anak serta ajudan istri pejabat tinggi BU tersebut mendatangi kediaman D dan melabraknya. Belakangan diketahui jika kedatangan anak dan ajudan istri pejabat itu diduga benar.
Data yang dihimpun RB, D wanita lajang berumur sekitar 25 tahun dan seharusnya mengikuti wisuda dalam wisuda terakhir PTS yang dilakukan beberapa minggu lalu. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen di salah satu PTS.
Tak hanya awak media yang menerima SMS tersebut, beberapa pejabat Eselon II dan III Pemda BU juga mendapatkan SMS serupa. Bahkan, SMS ini sempat menjadi buah bibir di lingkungan petinggi BU baik kebenaran isi SMS maupun pengirim SMS itu sendiri. Sayangnya, ketika dihubungi RB nomor tersebut tidak bisa dihubungi.
Terkait hal tersebut, Kabag Humas Pemda BU Khaisar Robinson enggan berkomentar banyak mengenai SMS gelap tersebut. Ia hanya mengungkapkan hal tersebut hanyalah isu yang tidak bisa dibuktikan.
“Itukan isu, untuk apa ditanggapi, silakan dibuktikan kalau memang ada,” tantang Kaisar.
Ibu D: Kami Dilabrak
Hasil investigasi RB di beberapa warga yang dekat dengan kediaman D di Kelurahan Purwodadi. Kedatangan anak dan ajudan istri pejabat tinggi di malam takbiran tersebut memang benar adanya.
Namun ia menjelaskan jika saat itu kediaman D yang merupakan toko pakaian didatangi 3 wanita yang salah satunya mirip dengan anak pejabat tinggi BU yang juga merupakan menantu pejabat Eselon II di BU dan berjumlah 3 orang. Saat itu, ketiga “utusan” ini bertemu dengan D dan ibunya dan sempat terlihat terjadi percakapan. Sekitar 15 menit ketiganya meninggalkan kediaman D.
Terkait hal itu, RB yang mendatangi kediaman D kemarin mendapat pengakuan mengejutkan dari ibu D. Sang ibu ini membenarkan jika saat malam takbiran tersebut ia dan D didatangi oleh ajudan dan anak pejabat tinggi BU. Namun ia membantah jika anaknya memiliki hubungan khusus dengan pejabat tinggi BU berinisial IR tersebut.
“Kalau anak saya memiliki hubungan dengan pak I… (Nama Panggilan Pejabat BU, red) itu tidak benar. Tapi kalau kami dilabrak memang benar. Ajudan dan anaknya B… (Nama panggilan istri pejabat BU, red) memang ada datang dan menuding anak saya. Itu waktu takbiran,” kata Ibu D.
Lalu bagaimana kronologis malam itu? Malam itu ibu D, D dan satu lagi anaknya tengah duduk di depan rumah yang difungsikan sekaligus toko tersebut. Tiba-tiba datang 3 orang wanita yang salah satunya diketahui diketahui putri sang pejabat. Mereka menanyakan keberadaan D pada ibu yang tengah asyik menonton pawai takbiran.
“Saya pikir itu teman D, saya langsung katakan jika D yang sedang duduk di motor itu. Yang posisi kami berdekatan. Pertanyaannya mengenai hubungan anak saya dengan Pak I…” ujar ibu D mengingat kejadian malam itu.
Saat itu, ketiganya langsung menuding D memiliki hubungan khusus dengan pejabat BU berinisial Ir tersebut. D pun hanya membantah sebisanya di hadapan 3 utusan tersebut.
Puncaknya, ketiga utusan itu meminta D untuk ikut dengan mereka menghadap istri IR dengan alasan istri IR ingin bertemu. Ajakan itu ditolak oleh ibu D yang merasa khawatir dengan keselamatan D. Mendengar keluarganya menolak, ketiga utusan bahkan menawarkan agar kedua orang tua D juga ikut menghadap ke kediaman Ir untuk bertemu istrinya.
“Waktu anak saya diajak, saya tidak mau. Terlepas mengenai keselamatan anak saya. Saya juga tidak rela jika anak saya dimarahi oleh orang lain. Bahkan saya bilang suru saja B.. (Istri pejabat, red) datang kesini, sekalian sama pak I…(Pejabat tinggi BU, red) juga diajak,” tegas Ibu D.
Pascakejadian malam itu, baik Ir maupun istri atau ajudannya tidak pernah lagi mendatangi kediaman D. Karena merasa tertekan akhirnya D sejak 2 minggu lalu sudah tidak lagi berada di BU.
Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi Salah Satu PTS di Arga Makmur Syafrudin AB, SE, M.Si mengaku mengenal mahasiswinya yang berinisial D tersebut. Bahkan, D menjadi salah satu mahasiswi bimbingannya dalam penulisan skripsi. Namun, ia menolak berkomentar dan mengaku tidak tahu mengenai isu perselingkuhan antara D dengan pejabat tinggi BU yang juga pengajar di universitasnya tersebut.
“Saya tahu bagaimana D itu anaknya, satahu saya tidak ada yang aneh. Mengenai isu tersebut saya tidak tahu,” demikian Syafrudin. (qia)

Sumber :Rakyat Bengkulu