Memuat...

Minggu, 10 Juni 2012

Review Nokia X2-02 Versi Community Bengkulu


Nokia X2-02 In Depth Review
Review Nokia X2-02
Hai!
Sepertinya belum banyak yang mereview Nokia X2-02 ini (wajar karena bukan ponsel yang terkenal), oleh karena itu gw berkesempatan untuk menjadi salah satu yang mencoba mereview Nokia X2-02 ini. Untuk unboxing X2-02 bisa dilihat di postingan gw yang sebelumnya ya. Hambatan ketika mereview ponsel ini adalah tidak bisa screen capture layarnya, jadi ya terpaksa minim menggunakan foto untuk menjelaskan.
Introduksi
Biasanya yang muncul di benak kebanyakan orang jika mendengar ponsel dual SIM adalah ponsel keluaran Cina maupun merek-merek tak terkenal lainnya. Tidak heran karena fitur dual SIM menjadi salah satu yang bisa mereka unggulkan untuk bersaing di pasar. Namun lambat laun brand-brand terkenal seperti Nokia, Samsung, LG, dll turut ikut meramaikan pasar dual SIM, dan inilah dia salah satu produk dual SIM dari Nokia.
Nokia X2-02 bukanlah ponsel dual SIM pertama dari brand asal Finlandia itu. Sudah ada beberapa ponsel dual SIM Nokia di pasaran, dan kebanyakan memang mengincar pasar menengah ke bawah. Melalui Nokia X2-02 ini, Nokia mengincar pasar dual SIM yang lebih spesifik lagi yakni bagi mereka penikmat musik. Nokia seri X ini memang menggantikan seri Xpress Music yang memang mengutamakan soal kualitas audionya, dan memang, meski harganya terjangkau, kualitas audio di Nokia X2-02 ini bisa dibilang cukup oke.
Spesifikasi Utama
  • 2G Network GSM 900 / 1800 – SIM 1 & SIM 2
  • Dimensi: 113 x 50 x 15 mm, berat 71 gram
  • Layar 2,2 inci LCD TFT, resolusi 240 x 320 px (~182 ppi pixel density), 65k color.
  • Storage internal 10 MB (user available), 64 MB ROM, 32 MB RAM + Micro SD slot (up tp 32 GB)
  • Bluetooth, v2.1 with A2DP, EDR
  • v2.0 microUSB
  • Kamera 2 MP, 1600×1200 pixels, tanpa LED flash. Bisa rekam video
  • Stereo FM radio with RDS; built-in antenna, FM transmitter, FM recording
  • Standard battery, Li-Ion 1020mAh (BL-5C)
Spesifikasi lebih lengkap bisa cek di GSMarena.com.
Desain dan Build Quality
Nokia X2-02 mengusung desain ponsel candybar dengan bahan keseluruhan terbuat dari bahan plastik. Melihat dari gambar-gambar promosional resmi dari Nokia, awalnya gw menyangka jika Nokia X2-02 ini memiliki bahan plastik doff, ternyata salah. Seluruh bahan yang berwarna hitam, kecuali sisi atas dan sisi bawah, semuanya terbuat dari plastik glossy. Pada awalnya terlihat lumayan cakep, tapi tidak berapa lama setelah memegang langsung sidik jari di mana-mana membuat ponsel ini terlihat kotor.
Dimensinya cukup compact, dengan ketebalan 15 mm yang sudah cukup tipis. Meski masih kalah tipis dengan BlackBerry Curve 8520, secara keseluruhan Nokia X2-02 ini lebih enak digenggam di tangan.
Ketebalan hanya 15 mm, cukup tipis
Masih sedikit kalah tipis dibanding BB Gemini
Masih sedikit kalah tipis dibanding BB Gemini
Ketebalan 15 mm, sudah termasuk lumayan tipis kok
Kita lihat dari sisi depan ponsel. Di bagian atasnya hanya terdapat earpiece tanpa sensor lainnya misalkan sensor ambient light. Tepat di bawahnya adalah logo Nokia serta tulisan X2. Di bawahnya terdapat layar LCD TFT biasa dengan luas 2,2 inci yang memiliki resolusi 240 x 320 pixel. Tidak ada data pasti soal berapa besar kerapatan warnanya, tapi dugaan gw adalah 256k, sama seperti si Asha 200. Viewing angle tidak terlalu bagus, serta tidak ada pengaturan brightness. Jadi tingkat kecerahan layar sudah fix, dan di bawah sinar matahari layar meski agak sulit tapi masih terlihat.
iPhone 2G, iPhone 4, Nokia X2-02, dan SE W810i di bawah sinar matahari
iPhone 2G, iPhone 4, Nokia X2-02, dan SE W810i
Layar Nokia X2-02 masih terlihat di bawah sinar matahari
Masih dapat terlihat meski di bawah sinar matahari
Di bawah layar terdapat 4 buah soft keys yang mengeliling D-pad 5 arah. Soft keys ini terdapat 2 buah call keys, yang masing-masing lokasinya ada di bagian bawah soft keys yang general / biasa. Tidak ada pemisah antara soft keys biasa dan call keys, sehingga kalau tidak terbiasa dan sedang mengetik cepat suka salah pencet, terlebih soft keys di sini tergolong terlalu datar / flat. Sisi baiknya, soft keys ini empuk ketika dipencet.
Untuk D-pad-nya, selain bisa untuk navigasi atas-bawah-kiri-kanan, juga bisa ditekan tombol tengahnya (makanya disebut 5 arah). Fungsi menekan tombol tengah D-pad ini kebanyakan untuk mengkonfirmasikan sesuatu, mirip seperti tombol Enter pada keyboard komputer. Dibandingkan softkeys, D-pad ini terasa lebih kaku.
Di bawahnya lagi terdapat 12 buah keypad yang empuk dan sedikit mencembung. Ukurannya juga termasuk lumayan besar, jadi ketika digunakan untuk mengirim pesan cukup enak untuk digunakan. Ada shortcut untuk mengakses SIM Management tool, tinggal tekan lalu tahan tombol “*“. Tekan dan tahan tombol “0” untuk langsung membuka browser. Tekan dan tahan tombol “#” untuk mengubah profile menjadi Silent. Overall sisi depan ponsel ini adalah bagian yang paling terlihat dekil, karena paling sering kita sentuh dan pencet ditambah penggunaan bahan glossy.
Keypad Nokia X2-02 empuk
Keypad empuk
Di sisi belakangnya terdapat cover yang full memiliki satu warna. Untuk review ini, gw membeli yang berwarna Bright Red, sementara warna lainnya yang juga tersedia adalah Dark Silver, Orange, Violet dan Ocean Blue. Bahannya plastik namun dilapisi lapisan doff metalik jadi terkesan elegan dan bagus. Tapi tentu saja tidak anti dari goresan ya, terbukti setelah seminggu pemakaian, sudah ada baret halus sekali, yang bisa dilihat di bawah sinar.
Nokia X2-02 Bright Red
Nokia X2-02 Bright Red
Agak keras dan sulit untuk membuka back cover ini, tapi sisi positifnya jadi tidak mudah terlepas dan tentu saja kokoh.
Back cover tidak mudah terlepas
Back cover tidak mudah terlepas
Di sisi belakang ini terdapat kamera 2 megapixel tanpa dilengkapi LED flash. Di bawahnya ada lubang untuk speaker. Volume speaker ini termasuk lumayan kencang, meski hanya single speaker (tapi masih belum bisa mengalahkan besarnya volume pada ponsel-ponsel Cina). Pada volume maksimal suara terdengar pecah. Selain itu posisi speaker di bagian belakang ini membuat suara jadi lebih tertutup jika posisi ponsel telentang, terutama jika diletakkan di atas kasur / media empuk lainnya. Jika dilihat dari samping, bentuk sisi back cover pada ponsel ini melengkung, membuatnya jadi cukup enak ketika digenggam.
Kamera 2 megapixel dan lubang speaker
Kamera 2 megapixel dan lubang speaker
Di sisi bawah ponsel hanya terdapat lubang untuk gantungan hape dan sedikit celah / space untuk membuka back cover.
Lubang untuk gantungan hape
Lubang untuk gantungan hape
Di sisi atas ponsel terdapat lubang 3.5 mm untuk earphone, lubang untuk charger, dan slot micro USB yang diberi penutup. Penutup slot micro USB ini menempel dengan baik dan dibutuhkan sedikit kuku untuk mencongkel dan membukanya. Perlu diingat tidak ada kabel micro USB dalam paket penjualan, alias dijual terpisah. Tidak perlu menggunakan kabel keluaran Nokia, yang penting kabel micro USB, terbukti ketika menggunakan kabel micro USB bawaan dari ponsel BlackBerry, proses syncing maupun transfer data lancar tanpa ada masalah. Sayangnya sepertinya baterai tidak tercharge ketika sedang terhubung dengan PC melalui kabel micro USB ini.
Lubang charger, slot Micro USB, dan lubang earphone 3,5 mm
Lubang charger, slot Micro USB, dan lubang earphone 3,5 mm
Di sisi kiri ponsel terdapat sebuah tombol Play/Pause musik yang terasa agak flat. Fungsi dari tombol ini jelas untuk langsung Play atau Pause dari aplikasi Radio / Music, tergantung mana yang terakhir kali kita gunakan. Jika tombol ini ditekan dan ditahan agak lama, kita akan langsung masuk ke aplikasi Musik. Sayangnya tidak ada tombol untuk Next/Prev musik, padahal ponsel ini memposisikan diri sebagai ponsel musik. Selain tombol play/pause, juga terdapat slot untuk Micro SD. Nokia X2-02 support hingga kapasitas 32 GB, yang pastinya muat untuk ribuan lagu. Meski demikian, lagi-lagi tidak ada micro SD yang disertakan dalam pembelian. Tidak heran, karena harga ponselnya saja sudah termasuk murah dan harga micro SD juga sudah terjangkau. Untuk membuka slot micro SD, memasukkannya, dan mengeluarkannya juga diperlukan kuku, yang mungkin akan merepotkan jika kuku kita pendek.
Tombol Play/Pause dan slot Micro SD
Tombol Play/Pause dan slot Micro SD
Di sisi kanan terdapat tombol volume dan slot untuk SIM 2. Tombol volume ini sama seperti tombol play/pause musik, yaitu tergolong agak flat sehingga terkadang susah untuk dipencet. Lagi-lagi, untuk membuka slot SIM 2 juga butuh kuku. Kita bisa bebas mengganti SIM 2 tanpa harus mematikan ponsel. Tidak ada tombol khusus untuk kamera, padahal ada tombol untuk play/pause musik. Well, untuk ponsel seharga ini, kita tidak boleh meminta macam-macam ya? Hehehe.
Slot SIM 2 dan volume rocker
Slot SIM 2 dan volume rocker
Overall gw suka dengan konstruksi dari Nokia X2-02 ini. Kokoh dan beratnya pas pas di tangan. Ketika digenggam erat pun tidak menimbulkan suara-suara aneh.
Konstruksi Nokia X2-02 termasuk bagus
Konstruksi Nokia X2-02 termasuk bagus
Konektivitas
Nokia X2-02 hanya mengandalkan jaringan GPRS dan EDGE, so no 3G dan no WiFi pula. Tidak ada Infra Red yang ketinggalan zaman itu, namun Bluetooth 2.1 pastinya ada, lengkap dengan A2DP untuk konek ke perangkat lain seperti bluetooth wireless headset. Adanya slot MicroSD dan MicroUSB sangat membantu dalam menyimpan berbagai file di ponsel ini. Tapi perlu diingatkan, MicroSD dan kabel MicroUSB tidak disertakan dalam pembelian. Yang gw gunakan sekarang adalah MicroSD 2GB dan kabel MicroUSB bawaan dari BlackBerry Curve 8520. Lancar digunakan tanpa ada masalah. Oh iya, software Nokia Suite juga tidak disertakan, jadi kita harus mendownloadnya sendiri di internet. Meski software tersebut bukanlah suatu keharusan, tapi akan berguna untuk syncing, transfer, serta backup data nantinya.
Series 40
Nokia X2-02 menggunakan Series 40 sebagai sistem operasinya. Ini bukanlah sebuah sistem operasi terbuka yang dapat dengan mudah kita modifikasi tampilannya hingga berbeda drastis dari tampilan default. Kini S40 menggunakan icon yang mirip dengan yang ada di Symbian Anna, yang menurut gw menjadi suatu perubahan yang menarik meski sederhana. S40 ini tidak support multitasking, mengingat jumlah RAM untuk ponsel ini hanya 32 MB saja.
Pertama adalah tampilan lockscreen. Untuk melihat layar lockscreen, pastikan ponsel sudah terkunci dan layar sudah mati, dan tekan tombol Power (call keys di sebelah kanan, yang berwarna merah). Pada lockscreen ini kita bisa melihat tanggal dan jam.
Berikutnya adalah Home screen, yakni tampilan awal ketika ponsel sudah diunlock. Tampilan Home screen terdiri dari 4 widget yang bisa kita ubah-ubah baik kontennya maupun urutannya. Secara default, urutannya adalah: SIM Manager (menampilkan kekuatan sinyal dan nama SIM kita), lalu Clock (menampilkan jam, icon alarm jika ada alarm aktif, dan tanggal), Radio and Media (shortcut untuk memainkan lagu dan radio), serta Shortcut Bar (shortcut berupa icon-icon aplikasi yang jika diklik akan langsung membuka aplikasi yang diklik tersebut). Untuk Shortcut Bar, kita bisa kustomisasi aplikasi mana saja yang ingin kita tampilkan serta urutannya pun bebas.
Widget-widget lain yang bisa kita masukkan di Home screen ini antara lain:
  • Calendar: akan menampilkan tanggal dan up coming entries (task / reminder yang sudah kita set di Calendar). Jika diklik akan membuka list up coming entries tersebut.
  • Chat: menampilkan status OVI Chat kita. Jika diklik tentunya akan dibawa ke aplikasi OVI Chat.
  • Countdown Timer: shortcut ke aplikasi tersebut.
  • Favourite Contact: menampilkan daftar kontak yang masuk ke dalam Favorite kita (harus diset dulu mana saja kontak yang termasuk ke Favorite). Kontak akan ditampilkan dengan fotonya (kalau kita sudah set fotonya).
  • General Indicators: selain menampilkan tanggal dan icon “i”, gw ga melihat ada apa-apa lagi di sini. Diklik pun tidak ada apa-apa.
  • Mail: menampilkan ada berapa jumlah account email kita. Dan jika diklik akan dibawa ke aplikasi Mail.
  • Notifications: untuk menampilkan notifikasi, seperti ada berapa pesan yang belum dibaca, dan sebagainya.
  • Web Search: shortcut untuk search ke website. Kita bisa langsung mengetik apa yang ingin kita search di kolom ini. Hasil pencarian bisa menggunakan Google dan Bing.
Masing-masing widget hanya bisa ditampilkan satu, jadi sebagai contoh tidak bisa menampilkan 2 buah widget Calendar (ya percuma juga buat apa coba hehe). Oh ya, mode Home screen ini bisa kita non-aktifkan. Jika tidak aktif, maka widget-widget tidak akan muncul, melainkan hanya menampilkan jam dan tanggal saja, serta sinyal SIM yang terpasang.
Personalisasi Home screen dengan widget
Personalisasi Home screen dengan widget
Dari halaman Home screen ini, pencet tombol D-pad tengah untuk masuk ke Main Menu. Secara default, Main Menu ditampilkan dengan model Grid with labels (icon + namanya). Kita bisa ubah menjadi Single dan List. Mode Single menampilkan hanya satu menu perhalaman dengan icon sangat besar ditambah label nama menunya di bagian bawahnya. Untuk berpindah antar menu tinggal pencet atas bawah D-pad. Mode List menampilkan 4 menu yang berbaris ke bawah (icon di kanan dan nama menu di kiri). Proses navigasi ini juga praktis hanya ke atas dan kebawah. Kita bisa mengatur dan memodifikasi posisi masing-masing menu di mode tampilan apapun.
Tampilan Home screen dan Main Menu
Tampilan Home screen dan Main Menu secara default
Phonebook
Tidak ada penjelasan lebih jelas soal berapa banyak kapasitas kontak yang bisa kita simpan, namun yang pasti tidak unlimited. Kurang lebih ada 100 lebih kontak yang sudah gw simpan di ponsel (bukan di SIM), masing-masing ada yang hanya punya satu nomor dan ada yang punya lebih dari satu nomor, dan kapasitas penggunaan memory ponsel sudah terisi sebanyak 9%. Jika melihat saudara sepupunya yakni si Nokia Asha 200 hanya memiliki space untuk sekitar 2000 kontak, nampaknya Nokia X2-02 juga demikian adanya.
Hal yang menggangu dari kontak di Nokia X2-02 ini adalah kita tidak bisa mengatur untuk menampilkan kontak yang disave dari device saja. Sebagai contoh, jika ada 2 kontak yang sama, satu disimpan di device dan satu lagi di SIM 1, makan otomatis akan terlihat 2 kontak yang sama di list, dan buat gw ini cukup mengganggu. Alternatifnya yakni menghapus salah satu kontak, entah yang di SIM 1, entah yang di device.
Untuk menambah kontak caranya mudah saja, pertama kita akan diminta nomor teleponnya, lalu nama depan, nama belakang, lalu sudah tersimpan. Untuk menambahkan detil lainnya bisa kita lakukan dengan mengedit kontak tersebut. Kita bisa memberikan foto, ringtone tersendiri, alamat email, dan sebagainya. Satu hal yang perlu diingat, untuk satu kontak hanya bisa menampung 5 buah nomor telepon yang berbeda. Jadi jika ada teman kita yang punya 6 nomor telepon, terpaksa harus kita pisah menjadi 2 kontak yang berbeda.
Dual SIM dan Dual ON
Fitur utama di sini adalah dual SIM. Posisi SIM 1 berada di bawah baterai jadi tidak bisa ditukar sembarangan, dan menjadi SIM yang utama. Sementara SIM 2 bisa kita cabut pasang sesuka kita tanpa harus mematikan ponsel terlebih dahulu karena slot nya terletak di luar (samping kanan ponsel). Perlu diingat, jika SIM 1 belum terpasang, maka otomatis SIM 2 tidak akan bisa digunakan. Terdapat juga aplikasi SIM Management untuk menyimpan data hingga 5 SIM yang berbeda. Di sini kita bisa mengatur masing-masing SIM diprioritaskan untuk apa saja. Misalkan SIM 1 khusus untuk menelepon dan texting, sementara SIM 2 hanya untuk internetan.
SIM 1 sebagai SIM utama
SIM 1 sebagai SIM utama
Nokia X2-02 ini Dual Stand By, Dual Active, Dual On atau apalah sebutan lainnya, yang jelas bukan Dual Always Active. Di ponsel ini, kedua SIM otomatis aktif bersamaan. Tetapi ketika satu SIM sedang digunakan untuk misalkan melakukan panggilan atau internetan, maka otomatis SIM yang lain akan non-aktif dan tidak akan bisa menerima panggilan maupun pesan. Berbeda dengan Dual Always Active di mana kedua SIM tetap aktif meski salah satu SIM sedang digunakan untuk melakukan panggilan. Tentunya hal ini berpengaruh pada harga dan keiritan baterai. Ponsel dengan Dual Always Active pastinya dibandrol dengan harga lebih mahal dan juga cenderung lebih boros baterai.
Tampilan SIM Manager
SIM Manager, atur prioritas untuk masing-masing SIM
Messaging dan Email
Meski Nokia X2-02 tidak memiliki QWERTY keyboard, namun berkat keypadnya yang empuk membuatnya cukup nyaman untuk digunakan dalam mengetik. Selain tampilan konvensional Inbox yang menampilkan pesan satu per satu, di sini juga ada tampilan ala Conversation chat (threaded messages). Tidak ada batasan seberapa banyak pesan yang bisa ditampung, tapi berhubung semua pesan disimpan di memori internal (dan tidak ada opsi untuk menyimpannya di memori external), tampaknya tidak akan bisa terlalu banyak, mengingat memori internalnya hanya 10 MB saja.
Untuk email, kita bisa memasukkan beberapa account email lewat aplikasi Mail. Mengetik email panjang tidak direkomendasikan karena biarpun keyboardnya empuk, namun tetap saja melelahkan. Kita bisa menggunakan POP3, SMTP, dan IMAP4 protocols di sini. Berhubung tidak adanya multitasking, otomatis kita tidak akan mendapat notifikasi jika ada email masuk.
Browsing Experience
Browser yang sudah terinstal di Nokia X2-02 adalah Nokia Browser. Berhubung tidak adanya Wi-Fi di sini, untuk browsing kita terpaksa harus mengandalkan koneksi internet dari SIM. Tidak adanya 3G membuat browsing experience jadi agak lambat karena harus mengandalkan kecepatan EDGE (2G). Tapi untungnya Nokia Browser ada fitur untuk mengkompres data, jadi selain mempercepat loading time, juga memperingan penggunaan internet. Kita juga bisa melihat Data Usage selama menggunakan browser ini, jadi pemakaian internet untuk browsing dapat kita pantau.
Nokia Browser & Check Usage
Nokia Browser & Check Usage
Beberapa website yang tidak memiliki versi mobile akan ditampilkan zoomed out, dan kita akan harus sering-sering zoom in. Maklum karena resolusi layar pun hanya 230 x320 px saja. Bagi pecinta Opera Mobile sebagai alternatif browser, aplikasi tersebut bisa di download manual lewat Nokia Store, alias tidak terinstal pada ponsel.
Zoom zoom zoom
Zoom zoom zoom
Social Media
Bagi kamu yang gemar berinteraksi di dunia maya, aplikasi Facebook dan Tweets by Nokia sudah terinstal langsung di ponsel ini. Masuk ke Facebook dapat dengan mudah dilakukan tapi entah kenapa berbeda dengan Twitter, yang selalu dibilang salah password. Intinya susah untuk konek ke Twitter menggunakan aplikasi Tweets by Nokia bawaan ponsel. Padahal dengan menggunakan Opera Mini bisa langsung konek ke Twitter dengan mudah tanpa masalah. Selain dua aplikasi sosial itu, tidak ada aplikasi lain yang sudah terinstal. Sisanya bisa didownload manual lewat Nokia Store. Untuk yang ingin menggunakan WhatsApp, sebaiknya jangan membeli ponsel ini karena WhatsApp tidak/belum support di sini (tidak ada multitasking).
Musik Player, Audio Quality, dan Video Player
Musik player Nokia X2-02 terlihat sederhana. Menampilkan album cover (jika ada), nama si penyanyi, judul lagu, nama album, dan pastinya tombol navigasi (play/pause, next track, previous track) dan timeline lagu. Opsi Shuffle dan Repeat (current song dan all songs) jelas tersedia. Untuk membuat agar musik tetap diputar di belakang layar kita mesti buka Options lalu pilih Play in Background. Jika kita memencet call keys yang merah maka music player akan ditutup dan lagu akan berhenti.
Music Player di Nokia X2-02
Music Player di Nokia X2-02
Kita bisa membuat Playlist sendiri dan menurut gw ini harus dimanfaatkan. Mengapa? Karena jika kita memilih “All Songs” maka semua file lagu dan audio akan dimasukkan di sini baik yang di device kita (well, cuma 10 MB, bisa muat apa ya?) dan di MicroSD. Misalkan di MicroSD ada terdapat 50 lagu dan 15 tone (untuk notifikasi misalnya), maka semuanya akan dimasukkan. Tidak lucu kan jika lagi asik-asik mendengarkan lagu dan selesai, tiba-tiba lagu berikutnya hanyalah suara tone notifikasi.
Ada beberapa equaliser yang sudah disediakan yakni Normal, Pop, Rock, Jazz, dan Classical. Jika kurang puas, kita bisa mengkustom sendiri equaliser kita dan kita disediakan 2 slot untuk menyimpannya. Lumayan kan? Format audio yang didukung antara lain MP3/WAV/WMA/AAC, sayangnya tidak bisa memutar lagu dengan format FLAC. :(
Untuk kualitas speakernya dapat dibilang lumayan nyaring, setidaknya lebih nyaring bila dibandingkan dengan iPhone 4 dan Nokia N9 (dan pastinya masih kalah menggelegar ketimbang ponsel Cina). Yah yang pasti pada volume maksimal kita masih akan sadar jika ada panggilan masuk, meski lagi di daerah yang ramai. Sebagai perbandingan, bisa dilihat video yang sudah gw rekam ini. Di video ini gw perbandingkan speaker dari Nokia X2-02 ini dengan Nokia N9 dan iPhone 2G. Tidak ada iPhone 4, karena iPhone 4-nya lagi dipakai untuk merekam videonya itu, hehehe.
Untuk earphone bawaannya, gw rekomendasikan untuk tidak menggunakannya. Selain karena kualitas volumenya tergolong kecil, juga kualitas overall tidak bagus. Bass tidak terasa, detil kurang banget, dan sebagainya. Tapi bila untuk digunakan menelepon/handsfree sudah lebih dari cukup.
Earphone bawaan Nokia X2-02
Earphone bawaan Nokia X2-02
Satu hal yang bisa dibilang bagus dari earphone ini adalah karena terdapat tombol untuk skip track / next track di sana. Sebaiknya segera diganti dengan earphone yang lebih berkualitas.
Pencet untuk skip/next track
Pencet untuk skip/next track
Nah, masih inget earphone SoundMagic E10 yang gw review tempo hari? Biar kata beberapa orang bilang bahwa Nokia X2-02 warna merah ini terlihat lebih girly, buat gw justru ini akan lebih match dengan earphone tersebut, hehehe. Dengan earphone ini, gw bisa bilang bahwa kualitas audio Nokia X2-02 memang bagus, meski jelas masih kalah dibandingkan dengan kualitas dari iPhone 4. Ya iya lah ya, tapi dari segi harga, well, it’s a good one! Gw bahkan sudah mulai lebih sering menggunakan ponsel ini untuk mendengarkan musik ketimbang iPhone 4 gw, karena bentuknya lebih mungil dan praktis di kantong kemeja dan ya supaya iPhone 4 gw ga cepet habis baterainya, hehehe.
Nokia X2-02 dan SoundMagic E10
Nokia X2-02 dan SoundMagic E10
Untuk video player, well, gw cuma bisa bilang jangan berharap banyak, mengingat layarnya mungil dan resolusinya rendah (plus pastinya prosesornya juga kurang mumpuni untuk memproses video dengan resolusi tinggi). Selain musik, selebihnya ponsel ini bukan sebuah ponsel multimedia. Di atas kertas, dari spesifikasi GSM Arena, dibilang video playernya support MP4/WMV/H.263 format. File FLV tidak terbaca oleh media player, sementara video yang ukurannya tidak didukung hanya akan ditampilkan suaranya saja. Untuk file AVI ternyata bisa diplay, tergantung resolusinya seberapa besar.
Radio dan Play via Radio
Nokia X2-02 memiliki internal FM antena yang artinya kita bisa mendengarkan radio langsung dari ponsel tanpa perlu menggunakan handsfree/earphone sebagai antenanya. Total ada 20 slot untuk menyimpan frekuensi radio. Radio pada ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan RDS (Radio Data System), yang jika diaktifkan, ada lebih banyak lagi data yang bisa diterima oleh ponsel misal nama stasiun radio yang sedang didengarkan dan sebagainya, itu jika stasiun radio tersebut juga sudah mendukung dan menyediakan data-datanya.
Beruntung kita tinggal di Indonesia, karena kita bisa merekam siaran radio yang sedang diputar dengan ponsel ini (setidaknya di Nokia X2-02 versi Pakistan fitur record radio ini dihapus). Update: ternyata fitur record radio ini ada di firmware versi 10.90 (ini versi yang terinstal di Nokia gw, sementara versi awal di Pakistan tercatat versi 10.89). Jika belum ada update firmware, tinggal update saja. Cara cek versi firmware pencet *#0000#. Cara merekam radio sangat mudah, tinggal tekan tombol tengah dari D-pad. Format perekaman adalah *.aac dan lamanya durasi sepertinya tergantung pada sisa space pada memory yang kita gunakan (di internet ada yang bilang maksimal 12 menit, tapi dari percobaan gw, tembus hingga 15 menit dan masih terus merekam). Jika durasi rekaman terlalu pendek, misal hanya 2 detik, maka hasil rekaman tidak akan bisa disimpan. Kualitas hasil rekaman tentunya tergantung dari kualitas radio yang sedang didengarkan. Update: lupa kasi tau, file *.aac hasil rekaman radio itu diprotect oleh Nokia sehingga tidak bisa kita dengarkan via PC. Mungkin karena ini menyangkut masalah copyright dan piracy kali ya. Sayang sekali…
Berikut ini sekilas video cara melakukan perekaman radio:
Ada satu fitur unik di sini, yaitu fitur Play via Radio. Dengan fitur ini, kita bisa memutar lagu yang ada di ponsel kita langsung ke sistem audio mobil. Caranya adalah menyamakan frekuensi radio di Nokia ini dengan yang ada di radio mobil, misalkan 88.3. Jika sudah sama frekuensinya, maka apa pun suara yang sebelumnya terdengar di audio mobil pada frekuensi tersebut akan ditimpa dengan musik dari ponsel ini. Kualitasnya sangat tergantung dari frekuensi yang digunakan. Oleh karena itu disarankan mencari frekuensi yang “sepi” yang tidak sedang digunakan oleh stasiun radio manapun untuk menunjang kualitas suara yang dihasilkan. Berikut ini sekilas video demonstrasi cara melakukan Play via Radio:
Photo Quality dan Video Recording
Nokia X2-02 hanya dibekali kamera dengan resolusi 2 megapixel tanpa LED flash sama sekali. Ada beberapa opsi yang bisa kita ubah di mode kamera ini seperti mengubah White Balance (Auto, Daylight, Incandescent, Fluorescent), Mic ON/OFF, Effect (normal, greyscale, negative, sepia), Self Timer (3, 5, 10 detik), mode portrait/landscape, grid ON/OFF, dan beberapa settings seperti resolusi foto, photo preview, tempat menyimpan hasil rekaman, pemberian judul foto, dan on/off suara self timer.
Interface Kamera & Settings
Interface Kamera & Settings
Kualitas fotonya cenderung standar, noise banyak terlihat terutama dalam kondisi kurang cahaya yang diperparah tidak adanya mode Night dan LED flash. Lalu entah ini memang dari sananya atau produk yang gw beli ada sedikit cacat, soalnya semua foto (jika diambil dalam mode landscape) cenderung sisi kirinya lebih blur, sementara bagian tengah dan kanan lebih fokus. Sementara jika dalam mode portrait, sisi atasnya yang cenderung lebih blur (Updates! Ternyata review unit untuk saudara sepupunya, yakni si Nokia Asha 200 GSM Arena juga terdapat problem yang sama. Lense fault? Or software fault? Entahlah… ). Berikut ini sample foto-fotonya, yang bisa diklik untuk melihat dalam ukuran yang lebih besar. Tidak ada retouch apa pun kecuali untuk mengecilkan ukurannya.
Hasil foto indoor, cahaya minim. Kiri blur.
Hasil foto indoor, cahaya minim. Kiri blur.
Hasil foto outdoor, kiri blur juga
Hasil foto outdoor, kiri blur juga
Indoor, dan bagian kiri juga blur
Indoor, dan bagian kiri juga blur
Bagian kiri selalu blur
Bagian kiri selalu blur
Berikut ini perbandingan hasil foto Nokia X2-02 dengan iPhone 2G dan BlackBerry Curve 8520 (Gemini) yang sama-sama memiliki kamera dengan resolusi 2 megapixel. Klik foto untuk melihat foto dalam ukuran yang sedikit lebih besar. Semua foto diambil dalam waktu yang sangat berdekatan. Tidak ada hasil retouch, kecuali untuk dikecilkan ukurannya.
Hasil foto Nokia X2-02
Nokia X2-02
Hasil foto iPhone 2G
iPhone 2G
Hasil foto BlackBerry Curve 8520
BB Gemini
Hasil foto Nokia X2-02
Nokia X2-02
Hasil foto iPhone 2G
iPhone 2G
Hasil foto BlackBerry Curve 8520
BB Gemini
Untuk video recording, resolusinya hanya QCIF (176×144 px) dengan format 3gp yang rasanya hanya cocok untuk sebagai pengiriman MMS saja. Kualitasnya tentu saja buruk, meski perekaman dilakukan dengan cahaya yang cukup, hasilnya tetap saja gelap dan hancur. Meski demikian kita diberikan beberapa opsi yang mirip dengan yang ada pada mode pengambilan foto / kamera.
Photo Gallery
Photo Gallery menampilkan seluruh image baik dari hasil jepretan kamera maupun yang terdapat di Micro SD. Semakin banyak foto yang terdapat di Micro SD maka akan memperlambat kita ketika membuka galeri. Kita bisa membuat Album untuk mengkategorikan masing-masing foto. Proses zoom-in dan zoom-out cukup melelahkan dan lambat, terlebih karena sudah terbiasa menggunakan ponsel ber-touch screen.
Photo Gallery dan Photo Editing
Photo Gallery dan Photo Editing
Kita bisa melakukan Edit sederhana pada foto kita, antara lain Rotate & Flip, Crop, Effects (B/W, Old Photo, Negative, dll), Add Frame, Add Clip Art, Add Text, Auto Enhance, Brightness & Contrast, serta Colour.
Games
Hanya ada 3 game yang sudah tersedia di ponsel, yakni Bounce Tales, City Bloxx, dan Diamond Rush. Anehnya tidak ada game legendaris Nokia di sini, yakni Snake, meski memang ada beberapa alternatifnya di Nokia Store. Selain Snake tentu kita bisa mendownload berbagai game lainnya via Nokia Store maupun download dari internet (pastikan support S40 resolusi 240 x 320 px). Untuk file format *.jar katanya batas maksimal yang bisa diinstal adalah file sebesar 2 MB.
Daya Tahan Battery
Nokia X2-02 dibekali baterai standar BL-5C dengan kapasitas sebesar 1.020 mAh. Dari hasil pemakaian selama semingguan terakhir, rata-rata baterai Nokia X2-02 dapat bertahan 2 hingga 2,5 hari untuk pemakaian normal (seperti menerima SMS, telepon, dan sesekali mendengarkan lagu) dan baterai masih sisa 1 bar (dari total 4 bar). Pernah juga dicoba untuk memainkan musik non-stop hingga sekitar 8 jam dan baterai masih sisa 2 dari 4 bar (sebelumnya penuh, tapi sempat standby beberapa jam dan SMS-an). Jika digunakan secara lebih intens tentu saja paling hanya bertahan 1 hari.
Baterai BL-5C 1020 mAh
Pemakaian standar bisa bertahan 2 – 2,5 hari
Bugs
Di internet ada beberapa pengguna yang mengeluh bahwa Nokia X2-02 mereka suka restart sendiri, terutama jika sedang membuka pesan yang masuk. Tapi dari pengalaman gw selama satu mingguan ini belum pernah mengalami restart sendiri. Yang terkadang terjadi adalah ketika sedang digunakan (entah lagi ketik SMS, memilih lagu, dll), layar tiba-tiba suka ngeflick sendiri, seperti layar mati terus nyala lagi, dan terjadi dengan sangat cepat / sekilas saja. Sekali terjadi, layar cuma ngeflick 1 kali. Tapi dalam sehari, pernah terjadi 2-3 kali. So far bug layar yang ngeflick ini tidak terlalu mengganggu buat gw, ketimbang restart. Tapi so far ya belum pernah mendapat bug restart, mungkin ada beberapa produk yang cacat produksi saja.Update: untuk yang mengalami bug restart / hang, sudah coba melakukan Factory Reset? Katanya itu akan menyelesaikan masalahnya. Gw sendiri belum mencoba, karena so far hampir 3 minggu ini belum pernah hang atau restart sama sekali. Ada yang bilang juga ada 2 macam X2-02, satu versi Cina satu lagi yang benar-benar kualitas Nokia. Hal ini belum jelas benar apa tidak, tapi coba dicek lagi di box atau dibalik baterai, ada tulisan made in mana?
Update 1: 3 minggu pemakaian, akhirnya gw mendapat bug hang dan restart / respring ke halaman home. Kejadiannya pas lagi di home screen, gw gunakan shortcut untuk menuju inbox ingin melihat SMS yang lalu lalu. Yang terjadi, hang dan setelah beberapa saat dia restart/refresh ke halaman home lagi. So, bukan karena ada SMS masuk, tapi menuju inbox melalui shortcut. Sampai saat ini belum terjadi lagi.
Update 2: SOLUSI UNTUK BUG HANG!
Special thanks untuk bro pendick yang sudah sharing di bagian comment untuk solusi bug hang yang menyebalkan ini.
Bagi yang terkenal masalah hang kronis, coba dicek dulu software yang terinstal di handset versi berapa (tekan *#0000#). Seharusnya sih jika terkena bug menyebalkan ini, software-nya masih versi 10.90. Ada 2 solusinya:
  1. Update/flashing ke software yang lebih baru, di contoh ini update ke v10.91.
  2. Jika tidak ingin flashing/update atau mungkin tidak tahu cara flashing, bisa coba Factory Reset dulu. Caranya tekan *#7370#lalu ikuti saja petunjuk dari handsetnya. Berdoalah semoga masalah hang bisa diredam hehehe…
Tips:
Ada tips juga dari pengalaman bro pendick, sebisa mungkin jangan ubah ukuran font, terutama font di bagian messaging. Tetap gunakan font yang berukuran besar saja. Software v10.90 cacat dalam meng-handle font ukuran lebih kecil.
Mengupdate ke software v10.91 hanya membantu menghilangkan bug hang saja. Masalah layar flickering masih terjadi. Sepertinya ini memang cacat hardware atau ya bug yang belum terpecahkan saja solusinya. Semoga saja di software versi selanjutnya bisa segera dibenahi jika memang sebuah bug software.
Love or Hate it?
Buat orang yang sudah pernah mencoba ataupun menggunakan smartphone, tentunya harus menurunkan ekspektasi terlebih dahulu sebelum menilai ponsel untuk kelas menengah ke bawah ini. Overall performance dalam navigasi antar menu, keluar masuk menu, membuka pesan, dan sebagainya, cukup lancar, meski terkadang ditemukan lag dan terasa lambat. This is not a smartphone, keep that in mind. Memori internal yang minim sebenarnya tidak jadi masalah, berhubung bisa menggunakan MicroSD hingga kapasitas 32 GB. Tapi masalah akan muncul jika memang kita memiliki jumlah kontak yang teramat banyak dan ingin terus menyimpan pesan yang masuk, karena semua itu akan dibatasi.
Selebihnya, ini adalah ponsel dual SIM yang bagus dengan harga yang bagus pula. Gw cukup merekomendasikan ponsel ini. Alternatif lain? Mungkin bisa mencoba Nokia Asha 200, yang sama-sama dual SIM namun menggunakan QWERTY keyboard.
Nokia X2-02, Love it or Hate it?
Nokia X2-02, love it or hate it?
PLUS
  • Dual SIM, dual on, SIM 2 hot swap
  • Good audio quality + speaker
  • Good body construction
  • Wireless FM transmitter
  • Play via Radio feature
  • Hot-swappable microSD card slot (support hingga 32 GB)
  • Standard microUSB port
MINUS
  • No 3G
  • No WiFi
  • Average 2 megapixel camera
  • Poor video recording
  • No multitasking
  • Annoying hang/restart bug
MY SCORE: 
3.0
 2.5 out of 5.0
Punya pertanyaan? Silakan isi komentar di bawah ini. Gw akan berusaha untuk menjawabnya. Thanks for reading! :D
Update 1: I’ve changed my score about this phone. Setelah merasakan sendiri kena hang, dan memang ternyata BANYAK yang kena masalah sama (sepertinya gw cuma lebih beruntung dapat handset yang lebih “mendingan”), tampaknya score 3.0 out of 5.0 terlalu bagus. Soalnya ini bug yang sangat mengganggu dan sampai sekarang belum diketahui penyebab dan penjelasan resminya.
Update 2: Sepertinya konstruksi bodi nya yang gw bilang lumayan bagus harus gw koreksi sedikit / diperjelas. Awalnya mau gw genggam sekuat apa pun tidak terdengar bunyi apa pun, seakan benar-benar kokoh. Tapi sekarang, jika digenggam agak kuat atau bagian cover belakangnya ditekan sedikit saja sudah menimbulkan bunyi “kreot kreot” (berasal dari cover belakang). So, cover belakangnya agak kurang durable nih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Link ClickMedia